Tabula Rasa

Hari kedua memasuki hari ketiga, di semester lima.

Berawal dengan alat komunikasi vital yang mendadak rusak, mati total, wajib direparasi, yang berakhir dengan hilangnya semua data di phone katanya smart itu. Bersyukurnya, semua foto yang diambil dengan kamera ada di memory card. Sialnya? Seluruh nomor telepon, aplikasi (ya, termasuk stiker salah satu aplikasi yang diunduh dengan susah payah, mengumpulkan koin demi koin supaya tak berbayar), chat history, catatan-catatan rahasia (daftar komik!), dan lain sebagainya (akan) lenyap tak berbekas. Mari menundukkan kepala sejenak.

Dari awal, gue sudah menunjukkan kecenderungan hoarding. Hoarding barang-barang atau apapun yang mempunyai memori-memori tentang hal-hal yang… bisa dibilang berkesan (semoga hoardingnya ngga keterusan dan menjadi salah satu gangguan, ya.) Pada beberapa hal, ini menyenangkan. Walking down the memory lane. Nostalgia. Apalah namanya. Minusnya? Susah move-on, haha.

Nah, dengan terhapusnya seluruh data di telepon genggam gue, dan dengan kacamata yang (sok) positif, gue akan berusaha melihat kejadian ini sebagai pertanda (naon) bahwa di awal semester ganjil yang cerah dan cenderung panas ini, mari mencoba untuk… meminimalisir ingatan tentang hal-hal yang sudah berlalu. Bukan berarti sepenuhnya berusaha melupakan, mengabaikan, meng-apa-apakan, tapi ya minimalisir saja.

Dua tahun cukup, dua tahun cukup sudah. Sekarang fokus untuk ke depan. Untuk maju. Untuk tidak stuck, lagi dan lagi.

Untuk tumpukan nomor telepon (yang akan sulit untuk dicari kembali, mulai dari teman SD sampai kuliah ini), untuk aplikasi-aplikasi nan canggih (bagaimana caranya menaikkan level games itu lagi, koin gratis untuk beli stiker LINE dimana adanya), untuk chat history yang disayang-sayang (mulai dari grup yang penuh lawakan, tausiyah, ucapan-ucapan teristimewa, bukti-bukti tertulis dari akrab sampai diakrab-akrabin lalu kini yang diinginkan hanya menjitak kepalanya supaya sadar dan ingat dan… oke curhat), untuk catatan-catatan rahasia (bagaimana caranya ke Zoe tanpa catatan komik yang akan dibaca, ide-ide absurd yang sekarang sudah lupa, curhatan yang penuh emosi tapi melegakan), foto-foto langka yang disimpan (terutama para makhluk fana dari negeri ginseng itu, fanart!!!), dan segala isinya– yang makin di list makin bikin sedih,

selamat tinggal. Sampai jumpa di memori-memori baru yang akan terbentuk, pelan-pelan.

Dan, selamat datang semester lima.

little white space

Tulisan ini dibuat dalam rangka ((usaha)) untuk
mengikhlaskan telepon genggam dan
seluruh isinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s