#nts3

Insight hari ini:

Cerita-cerita Bunda Romi di kelas hari ini. Memiliki uang tidak menjamin kehidupan anak, bahkan anakmu sendiri — akan bahagia. Masih tidak habis pikir dengan para orangtua yang ‘menelantarkan’ anaknya.

“Itu anakmu sendiri, lho. Itu anak dulu siapa yang bikin?”

Bukan tipikal seorang yang mengajar. Bukan tipikal seorang guru. Tepatnya, tidak cukup percaya diri untuk menjadi seseorang dengan titel ‘guru’.

“Tapi bukankah semua hal di alam semesta ini adalah guru kehidupan?”

Satu hal yang gue sadari, satu kesamaan kami dalam tim ini, baik terlihat sehari-hari ataupun tidak, baik yang paras maupun perilakunya memang seperti malaikat atau iblis,

kami semua menyukai anak-anak.

Kami menyayangi mereka, baik anak-anak tetangga sampai anak-anak nun jauh di Tegal sana. Sampai anak-anak di luar negeri yang bahkan kami belum pernah lihat wajahnya. Kami menyukai anak-anak, sesederhana itu.

Sampai pada titik dimana kami berkumpul dan mencurahkan tenaga dan waktu agar setidaknya, beberapa ratus anak dari sekian banyak anak-anak di dunia ini bisa merasakan bahagia.

Yang akhirnya, kembali meneguhkan niat. Semua, untuk pendidikan di negara tercinta.

Dan ah, ya. Klise. Jangan menilai orang sebelum kamu tahu ‘cerita’ yang ia punya.

Advertisements

#nts2

Insight hari ini dari kelas Psikologi Keluarga:

“Jangan selalu analisis atau memandang diri kamu dengan teori psikologi yang mengacu pada masa lalu. Psikologi itu awalnya berpandangan negatif, teori awalnya negatif, kamu akan selalu salah. Apa yang kamu lakukan di masa lalu akan selalu mempengaruhi masa depan. Kesalahan pengasuhan di masa kecil akan pengaruh ke perkembangan diri kamu. Ya, itu benar. Tapi, berhentilah menyalahkan masa lalu. Berhenti menyalahkan orang tua kamu.

Dekade ini, Positive Psychology mulai berkembang. Gunakan itu sebagai perspektif baru. Bahwa manusia punya potensi untuk berkembang. Bahwa manusia, seperti apapun dia, punya kemampuan untuk memperbaiki dirinya. Memperbaiki kualitas hidupnya. Hope, resilience, optimism; semua untuk menjadi manusia dengan kehidupan yang lebih baik.”

Terima kasih bu Wina untuk selipan pembahasan di tengah kuliah pertama hari ini. Tamparan tersendiri untuk saya yang akhir-akhir ini terlalu negatif pemikirannya.