The Krucils

Ini random banget sih, tapi tetiba kepikiran (iya, otak saya bisa mikirin hal-hal ngga penting pada saat seharusnya mikirin hal yang lebih penting, revisi RPP misalnya) karena long weekend ini. Dan karena barusan nyokap abis pesan tiket kereta untuk Lebaran di Bandung. Yeah, I missed The Krucils, persepupuan gue. Being the only child, I grew up with them, spending most of my holiday with them (sampai akhirnya SMA udah punya kegiatan liburan sendiri).

Iya gue nyebut mereka The Krucils, berhubung gue yang paling tua dan dari kecil udah jadi induk semang mereka (kecuali Axel, karena paling jarang ketemu) dimana gue yang ajak main dari kecil dan ngurusin sampe besar (that’s why I never wanted younger brother or sister, I had enough babysitting SIX of them). Randomly beberapa hari lalu gue sama Alya inisiatif bikin grup LINE (biar gaul) karena somehow, kok gue ngga tau kabar mereka ya?

Persepupuan kita emang jarang ngobrol serius secara utuh, kebanyakan gue sama Alya fangirling, Dhafin Rava Farrell in their own world, dan Fira Gita Kiya Axel playing around. Paling banter yang gede-gede kumpul sendiri dan ngobrol random — tapi ngga pernah serius. Curhat-curhatan gitu, ngga pernah (padahal kalian punya gue yang kuliah di psiko loh #lahteruskenapata). Dan ngga tau ya, tetiba gue memiliki keinginan untuk mengikat (?) mereka semua.

Kangen masa-masa dimana ngumpul dan ketemu temen itu belum seberapa penting (karena temen-temen lo juga kumpul sama keluarganya) dan gue bisa menghabiskan dua minggu liburan hanya ngendep di Cimahi (mostly) atau Antapani dan doing nothing, entah males-malesan di kasur sambil baca komik, nonton film di komputer (yang mana koleksi kami belum sebanyak sekarang, inget beli dvd bajakan Narnia yang tone videonya hijau, pas nonton di TV kok beda ya warnanya), somehow ngegosipin sesuatu dan ketawa karena humor receh sendiri, ngebolang naik angkot ke Zoe demi baca komik seharian (oh yes, we are nerds by heart), ngeberantakin dapur jam dua pagi demi mencobakan resep-resep aneh dan baru tidur jam empat pagi (genetically kalong, yes) — setiap hari sampai bosan. Dan ya, gue bahagia.

But time flies and now look at us! Yang terdekat sama gue (geng anak besar) sudah tersebar kuliah dimana-mana (gue dan Alya di UI, Rava di Unpad, Dhafin di Polban, Farrell baru aja lulus SMA dan lagi dalam masa pencarian), yang bocah sudah beranjak remaja (Fira dan Kiya sudah SMP, what?) dan tersisa Gita dan Axel di SD. Saat dimana udah mulai sibuk sama teman masing-masing, dan lebih milih ketemu teman tentunya.

Saat dimana gue sadar tentang growing-up.

Wow, my cousins are growing-up, too.

Damn.

Intinya adalah, gue lagi kangen kumpul bareng mereka, kangen kumpul sama keluarga Taruno (I never thought I’d say this), because if you know me personally you’d know I’m so fed up with college life these days — and I need a safe haven. Somehow I know, it’s family.

Ingin cepat libur Lebaran dan bertemu mereka semua, full-team, bersembilan, di Bandung atau Cirebon, seperti biasa. Semoga dapat kesempatan untuk kumpul bareng, rumpi bareng, having quality time together.

At times like this I realize; wow, I do love my pecicilan cousins.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s